Beasiswa Tahfidz

PETUNJUK TEKNIS
BEASISWA
HAFIDZ AL-QUR’AN

  logo 

INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
BLOKAGUNG BANYUWANGI
TAHUN 2016

 

 A. Latar Belakang
Pendidikan tinggi berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan kepribadian serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dengan melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari sistem pendidikan tinggi, Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (IAIDA) ditujukan untuk (1) mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian unggul, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, memiliki wawasan kebangsaan, menghargai pluralisme dan hak-hak asasi manusia, peduli pada pelestarian lingkungan, berintegritas, taat kepada hukum, sikap antikorupsi dan tidak tercerabut dari akar budaya Indonesia; (2) Membentuk manusia yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni (IPTEKS), dan berkualitas secara spiritual, emosional, intelektual, dan fisik, serta memiliki profesionalisme dan kemampuan kepemimpinan, serta jiwa kewirausahaan, untuk mendukung peningkatan daya saing bangsa.

Pendidikan tinggi khususnya pendidikan tinggi agama islam diarahkan agar mampu menghasilkan lulusan yang Islami dan unggul dalam mengintegrasikan keilmuan dengan nilai keislaman. Untuk mewujudkan tujuan ini Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah membuat program–program yang dapat mendorong mahasiswa lebih berprestasi. Berprestasi tidak selalu di bidang akademik saja namun juga non akademik. Dengan memotivasi mahasiswa untuk berprestasi merupakan suatu usaha menumbuh kembangkan jiwa sportif dan jiwa berdaya saing tinggi di dunia global.

Untuk itu mahasiswa diharapkan tidak hanya menekuni ilmu dalam bidangnya saja, tetapi juga beraktivitas untuk mengembangkan soft skills-nya agar menjadi lulusan yang cerdas, berdaya saing dan berakhlakul karimah. Untuk menjawab tuntutan global memasuki era persaingan bebas membutuhkan lulusan yang memiliki hard skills dan soft skills yang seimbang. Oleh karenanya di tiap perguruan tinggi perlu diidentifikasi mahasiswa yang dapat melakukan keduanya dan yang terbaik perlu diberi penghargaan sebagai mahasiswa yang berprestasi dan mewujudkan insan kamil yang bertakwa dan berakhlak mulia.

B. Manfaat dan Tujuan

  1. Memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berprestasi, khususnya untuk bidang Hafidz al-Qur’an.
  2. Memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjaga nilai-nilai keislaman.
  3. Mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan iklim kehidupan kampus yang dapat memfasilitasi mahasiswa mencapai prestasi yang membanggakan secara berkesinambungan.
  4. Manfaat Beasiswa ini dapat meningkatkan mutu mahasiswa di IAIDA, memberikan penghargaan atas capaian prestasi mahasiswa dan menambah semangat kepada mahasiswa untuk terus berprestasi, baik secara akademik maupun non akademik.

C. Target Sasaran
Sasaran dan target program beasiswa hafidz al-Qur’an ini adalah mahasiswa yang berada di lingkungan Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi.

D. Jenis Beasiswa
Beasiswa mahasiswa Hafidz al-Qur’an diberikan kepada mahasiswa hafidz al-Qur’an yang terbagi dalam 3 (tiga) kategori:

  1. Kategori 10 juz (Mahasiswa Hafizh Minimal 10 juz), mendapat gratis SWM 2 semester;
  2. Kategori 20 juz (Mahasiswa Hafizh Minimal 20 juz), mendapat gratis SWM 4 semester;
  3. Kategori 30 juz (Mahasiswa Hafizh 30 juz), mendapat gratis SWM 8 semester.

Beasiswa berupa gratis Sumbangan Wajib Mahasiswa (SWM), adapun bila ada biaya dalam bentuk lain maka akan tetap berlaku. Seperti biaya PPL, KKN.

E. Persyaratan Dan Ketentuan
Persyaratan yang harus dipenuhi/dilampirkan oleh peserta sebagai calon penerima Beasiswa Mahasiswa Hafidz al-Qur’an adalah:

  1. Mahasiswa aktif dan memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berlaku (bukan mahasiswa yang cuti akademik atau mahasiswa tanpa keterangan).
  2. Sanggup menjaga nama baik almamater IAIDA.
  3. Memiliki Ijazah / Syahadah / Surat keterangan bermaterai dari pembimbing hafidz al-Qur’an yang menyatakan bahwa mahasiswa bersangkutan telah hafal minimal 10 juz, 20 juz atau 30 juz. (potokopi).
  4. Rata-rata kehadiran minimal 70 % dari kehadiran dosen dalam (surat rekomendasi dari kaprodi).
  5. Pengajuan Beasiswa hafidz al-Qur’an ditujukan kepada Ketua Bidang Kemahasiswaan dengan melengkapi semua syarat pemberkasan.
  6. Beasiswa akan dicabut apabila:
    1. Terbukti memalsukan / tidak memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut diatas pada point 1 s/d.
    2. Penerima beasiswa mutasi / pindah ke perguruan tinggi lain.
    3. Memperoleh beasiswa dari Kementerian Agama RI ataupun dari pihak lain.
    4. Tidak diperbolehkan mengajukan beasiswa kategori yang sama sebanyak dua kali, tetapi harus naik tingkat kepada kategori yang lebih tinggi pada pengajuan berikutnya.

Jadi berkas-berkas yang harus dilengkapi adalah sbb:

      1. Foto copy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berlaku;
      2. Potokopi Ijazah / Syahadah / Surat keterangan hafidz 10 juz / 20 juz / 30 juz.
      3. Surat rekomendasi pengajuan beasiswa dari kaprodi.
      4. Mengisi Surat pernyataan bermaterai, yang berisi:
        a. Bahwa mahasiswa bersangkutan dapat menjaga nama baik almamater.
        b. Bahwa mahasiswa bersangkutan tidak menerima beasiswa dari pihak manapun.
        c. Bahwa mahasiswa bersangkutan rata-rata kehadirannya tidak kurang dari 70 % dari kehadiran (Form surat dapat diambil di bagian kemahasiswaan).

Surat Pernyataan dapat Diunduh/didownload disini.

F. Kewajiban Penerima Beasiswa
Bagi penerima beasiswa ini, diwajibkan untuk:

      1. Menggunakan waktu dan perkuliahan dengan sebaik mungkin.
      2. Siap membantu pengembangan program almamater IAIDA.
      3. Prosedur Pengajuan Beasiswa

Pengajuan Beasiswa Hafidz al-Qur’an ditujukan kepada Ketua Bidang Kemahasiswaan dengan melengkapi semua syarat pemberkasan.

H. Seleksi dan Penetapan Beasiswa

    1. Atas dasar usulan yang diajukan kepada Ketua Bidang Kemahasiswaan, IAIDA akan mengadakan seleksi untuk penetapan;
    2. Proses dan bentuk seleksi akan diumumkan lebih lanjut;
    3. Rektor IAIDA menetapkan Surat Keputusan Beasiswa Mahasiswa Hafidz al-Qur’an.